Ku Menangis Wahai Nabi

Ku menangis wahai Nabi
Bukan sangat tangisan rindu buatmu
Tapi ku tangiskan rindumu yang tak terkira pada Ku
Hingga sanggup kau Nabi ku
Di akhir hayat jasad mu
Tika menarik nafas terakhir mu
Kau menyebut tentangku umat Mu
Umatku 3x

Padahal kalau kau sebut satu kali saja pun
Cukup untuk ku rasakan
Betapa Nabi ku itu rupanya
Menyayangi umatnya lebih dari segala
Lebih dari ibu yang sangat menyayangi anaknya
Ku fahami kini bahawa seelok kewafatanmu
Nabi ku sebenarnya mulai menangis
Menangisi umat yang akan hidup
Generasi ke generasi kurun ke kurun sampai kiamat

Dalam keadaan di sangka Nabinya tiada
Umat yang datang ke bumi
Untuk ditatang oleh Yahudi
Lalu mereka ramai-ramai jadi Yahudi
Tapi sangat mengaku Islam
Sangat menyangka mereka ada Allah dan Nabi Muhammad!

Oh lamanya, lamanya !
Nabiku menanggung derita
Menyaksikan orang kesayangan
Berada dalam Neraka
Menangis 1000 tahun lebih
Dalam keadaan siapapun tak tahu
Oh Tuhan dan Nabi
Sanggup terhina 1000 tahun lebih
Betapalah aku tidak manangis!
Dan berjanji untuk membalasi cinta rindu Mu
Wahai ibu ayah hati ku yang baru ku temui!

Nukilan: Bonda Ummu Jah

Advertisements

Leave a Reply Please...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s